Dipasang: Monday 15 March 2010 - Komentar 0 [ Komentar ] - Jejak Balik 0 [ Jejak Balik ]

diz nite 11.09 PM

cuma mau menulis isi hati aja, setelah apa yang gue alami hari ini.

sepulang kerja, tepatnya sore tadi..as ussually gue naik angkot klo gak ada tebengan... ^_^

dan seperti biasa juga, yang namanya Metro Mini kalo gak ugal2an bisa ganti nama jadi Metro Chicken.. (oopss..maap gak ada larangan nyebut merk kan??)..

nahhh...yg pngen gue ceritain disini, waktu gue lagi "Autis" sendiri dengan HP gue,karena sibuk bales sms & rekan kerja gue yang duduk di sebelah gue (sdg berbicara di hpnya) tiba2 dia teriak.."AAaaaa...!!!!""

dan selanjutnya metromini yang gue tumpangi ngeREM mendadak, sampai ada seorang wanita yang sedang berdiri terjerembab dengan posisi tangan kanan memegang pegangan (yg biasa ada diatas bus) tapi posisi badan sudah menukik hampir 90'. dan yang lebih parah lagi,dia terperosok hingga perutnya menekan besi tempat duduk yang ada di depannya  .. Oohhh my..ohh my..

Guy's bisa bayangkan kan, betapa sakitnya jika ada di posisi seperti yang dialami wanita tersebut.

gue aja yang ngeliat langsung mangap, krna ngerasain klo bagian tubuhnya (perut) di tekan sdemikian keras, & pstinya susah utk berdiri dgn posisi lurus kmbali... dan wajar juga klo stelah kejadian itu si wanita tersebut langsung menangis, sambil bilang "sakitt..sakit.." & kita yang ada di sekitarnya cm bisa bntu dia utk duduk smbil mengeurut-urut kecil di bagian yang sakit..

naahhh...knpa tuh supir metro bisa sampe ngeREM mendadak, tanpa mikir dia bawa belasan nyawa orang yang pastinya juga termasuk nyawanya... apa dia tidak berpikir sampai ke arah itu?? Mungkin ya, mungkin juga tidak...karena dikejar setoran, kebut2an menjadi salah satu alternatif bagi mereka (supir2 angkot) untuk mempercepat hasil "Tarikan" mereka. atau di kejar waktu?? karena ada sistem aplusan?? atau banyak hal lainnya yang membuat mereka jadi menomorduakan nyawa orang.

Tapi kejadian yang gue alami sore aitu, bukan melulu kesalahan karena mereka kejar setoran atau apapun, tapi lebih dikarenakan pada saat metro yang gue tumpangi dalam posisi melaju kencang, pada saat itu juga ada motor yang tidak kalah cepatnya melaju dari arah samping, sehingga membuat si supir metro menjadi kaget dan akhirnya terjadiah insiden itu.

Temanss..kalo aja, si motor tidak mengendarai motornya dengan kencang, dan metromini pun demikian, mungin hal itu gak akan terjadi. di Ibukota besar seperti Jakarta, jumlah kendaraan khususnya motor semakin meningkat (peningkatan terbesar) seiring dengan kemudahan sistem pembelian dan kebutuhan dari masyarakat itu sendiri. Otomatis jumlah kendaraan yang lalu lalang di Jalan pun semakin banyak serta padat, dan kemacetanpun sulit di hindari. Masing2 menjadi saling ingin mendahului tanpa perduli sekitarnya. Tapi apakah kita tidak bisa bersikap sabar (terutama dalam berkendara),mematuhi peraturan yang berlaku, saling menghormati & menghargai sesama pengguna jalan, hingga Lalu Lintas yang ada (khususnya Jakarta) tidak semakin semrawut.. Waktu yang terbatas tidak akan terbuang percuma, jika kita bisa mengatur dan memanfaatkan semuanya dengan baik.

Semoga, ke depannya Jakarta bisa lebih baik lagi. Masing-masing warga sadar diri & sama-sama berusaha untuk  mengatasi masalah 'kesemrawutan" lalu lintas. Klo perlu, mulai skrang penggunaan kendaraan bermotor dikurangi, & bersepeda gak hanya di hari minggu atw khusus Komunitas Bike 2 Work aja, tapi klo bisa di masa mendatang sepeda bisa jadi Transportasi Utama di Jakarta...